Tiba-tiba pengen nulis takut jadi penyakit seperti halnya yang diceritakan Pak Habibie dalam bukunya Ainun dan Habibie. Tapi sebenernya g mau juga di blog ini jadi tempat keluh kesah aja, harusnya ni blog jadi tempat nge share hal-hal positif aja.
Sore hari setelah IHT seharian capee lelah ngantuk, 4 Juni 2013, dalam suasana hati yang berharap bahagia esok menyambut hari libur tiba2 bad mood tingkat dewa. Jatuuuu ga boleh jutek, tapi bawaan udah mukanya g bs dimanis-manisin. Pengen nangis udah biasa nahan nangis, tapi kali ini tiba2 netes kluar air mata yang tak terbendung. Semua-mua karena teringat akan perjuanganku yang seakan-akan terlukai karena sesuatu informasi kecil, padahal udah berusaha g kubaca g kudengar dan kudoain buat ikhlas tapi susah banget sumpeh. Tapi aq inget perjuanganku tentang ibuku yang berusaha menjadi manager keuangan rumah tangga waktu aq kecil juga begitu berat bukan hanya melawan keadaan ekonomi yang bergeser ke arah kredit tapi karena beberapa "pihak" yang menambah beban pikiran atas hal itu, yang pokoknya sulit untuk diterima. Perbedaan prinsip memang sulit untuk disatukan.Kala itu sang ibu tetap berjuang untungnya saat itu aq dengar aq tahu persis cerita ini jadi aq bisa contoh hal ini sekarang. Jadi kesimpulannya maju trus Jatu junjung prinsipmu selama itu g salah tapi kadang tengok kanan kiri biar ga melanggar hak orang lain. Lihat hasil yang didapat dari perjuangan Ibu mu sekarang ini :ringan dalam mendidik menyekolahkan dan bahkan persediaan sisa mungkin dapat untuk berbagi dengan sesama dan nyangoni anak putu (walo bukan harta segala-galanya) tapi bahagia rasanya kalau bisa bekerja keras trus hasilnya dapat dibagikan kepada sesama.... ssst ingat harus menyasar. Sampai sini rasanya serasa agak lega, soalnya mungkin skrg kamu sakit hati ke depan entah kapan mngkn kau akan tersenyum bahagia bukan lagi menangis dan "SESEORANG" yang terkasih bakal tersadar dan semoga di kala itu aq g sombong untuk menerima penyesalannya. Udah sendirian kaya sebatangkara kala dihembus sakit hati rasanya berat untuk berjuang berdiri, tapi aq harus mampu apapun keadaan yang mendera. Biar seperti anak kecil, pengen segera pulang ke Boyolali, tak henti2 nya Bapak Ibu mendoakan ku untuk kembali, mngkn Tuhan mempersiapkan aq untuk aq mampu hidup dekat dengan orang tua di kala senja seperti mereka siap dan sabar merawatku di kala kecil. Boyolali dan/atau sekitarnya I'm coming soon. Aq sulit untuk menceritakan ini secara jelas maybe yang membaca ini pun bingung apa maksutku, tapi overall memang sulit untuk dijelaskan secara rinci seperti rumus matematika hehehehe, tapi gpp lahh yang penting udah aq tulis makasi bagi yang udah ngebaca secara g langsung udah jadi tempat curhatanku. Semangat Sist n Broo all.
Tuhan tuntun diriku trus, bila aq merasa selalu benar maafkan dan tegurlah aq segera, biarkan yang sesuai kehendak Mu terjadilah selaraskan jalan hidup dan pikiranku dalam jalan terang Mu. Bahagia boleh ketemu Engkau Tuhan kapan pun dimanapun dan setiap hembusan napas ku.
Thararararengkyuuuu
God Bless Jathoe 4ever.
Syubida bida syalallalalallalalala
Sekian dan terima kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar